10 Barang Wajib Bawa dari Indonesia Ke Inggris

Melanjutkan studi di Inggris bukan hanya menuntut kesiapan di sisi akademis, tapi yang paling utama adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari agar suasana belajar jadi menyenangkan. Demi kelancaran hidup sehari-hari, ada beberapa barang yang menurut saya wajib hukumnya untuk dibawa dari Indonesia. Setelah melalui penyortiran yang cukup ketat, terdapat 10 barang yang saya kategorikan wajib untuk dibawa dari Indonesia. Kriteria utama penyortiran adalah berdasarkan harga di Indonesia yang sangat terjangkau namun di Inggris mahal atau bahkan tidak tersedia. Berikut 10 barang tersebut berdasarkan urutan dari yang paling wajib:

 

  1. Sapu lidi

img_8022

Sapu ini fix tidak akan mudah ditemui di Inggris, kalau tidak bisa dibilang tidak tersedia. Dengan harga di Indonesia sekitar 20 ribuan dan bisa dengan mudah dibeli di mana saja, sapu ini sangat bermanfaat terutama untuk membersihkan dan merapikan tempat tidur apalagi jika tempat tidurnya berukuran besar. Selain itu kita bisa memakainya untuk membersihkan sofa, karpet dan lain-lain yang sifatnya bersih. Membersihkan perlengkapan rumah seperti itu kita tentu tidak akan menggunakan sapu biasa karena malah akan membuat kotor dan jorok atau menggunakan vacuum cleaner karena tidak praktis. Jika berniat membawanya, pastikan panjang sapu lidi tidak melebihi diagonal koper yang dipakai berangkat ke Inggris.

 

  1. Sapu

img_8027

Sapu plastik memang bisa kita temukan di Inggris, tapi jarak antar bulu plastiknya terlalu renggang sehingga sangat sulit untuk menyapu debu dengan baik. Di Inggris, umumnya orang membersihkan debu dan kotoran kecil dengan menggunakan vacuum cleaner. Tapi bagi saya, penggunaan vacuum cleaner tidak begitu praktis dan menghasilkan tagihan listrik yang besar mengingat vacuum cleaner yang bagus rata-rata berdaya listrik besar dan biaya listrik di Inggris yang mahal. Pilihlah sapu yang gagang dan bagian bawahnya bisa dilepas. Untuk menghemat tempat ketika membawa ke Inggris, bawa bagian bawahnya saja dan tinggalkan gagangnya. Sapu bagian bawah ini bisa disambungkan dengan gagang pel yang banyak tersedia di Inggris karena dratnya berukuran universal. Dengan harga sekitar 20 ribuan rupiah, kegiatan membersihkan rumah menjadi mudah dan murah.

 

  1. Adaptor colokan listrik

img_8026

Bagi pelajar dari Indonesia, perangkat elektronik yang dibawa pastilah bercolokan listrik tipe dua kaki. Di sisi lain, standar Inggris adalah colokan listrik bertipe 3 kaki. Hal ini tentu menyulitkan pelajar Indonesia untuk menggunakan perangkat elektroniknya setiba di Inggris. Meskipun adaptor colokan listrik bisa saja kita beli di Inggris dengan istilah “EU to UK plug adaptor” karena bentuk colokan listrik Indonesia menganut sistem EU, tentu akan lebih memudahkan jika kita sudah membawanya dari Indonesia. Tempo hari saya membelinya di ACE hardware dengan harga sekitar 25 ribu rupiah dan fiturnya malah universal karena bisa juga dipakai di beberapa sistem listrik negara lain. Oh ya, jika perangkat elektronik kita ternyata sudah dilengkapi dengan colokan tipe UK, langsung saja pasang perangkat tersebut dengan colokan tipe UK. Beberapa rekan malah diuntungkan karena perangkat elektronik yang mereka beli di Indonesia berkategori BM (Black Market) dan sudah default-nya bercolokan tipe UK. Hehehe…

 

  1. Minuman penghangat tubuh

img_8034

Bagi saya yang berasal dari Bandung yang bercuaca sejuk, saya merasa mudah dan terbiasa untuk meminum berbagai jenis minuman penghangat tubuh yang berbahan baku jahe seperti bandrek dan bajigur. Nah, minuman jenis ini juga sangat cocok untuk dibawa ke Inggris. Namun perlu diingat, karena cuaca di Inggris yang suhu terendahnya bisa sampai di bawah nol derajat celcius, peminum Bandrek tipe biasa di Indonesia harus menaikkan level bandreknya menjadi misalnya tipe extra hot. Di pasaran Indonesia, tersedia juga minuman berbahan baku jahe yang dijual dalam bentuk cairan. Jenis ini tidak direkomendasikan untuk dibawa, karena selain lebih berat dan memakan tempat juga rawan pecah dan tumpah. Sebaiknya bawa saja yang bentuknya serbuk.

 

  1. Sambel terasi

img_8030

Benda yang satu ini juga sangat krusial bagi saya. Mencari sambel di Inggris tidak begitu sulit. Bagi lidah Asia, tersedia berbagai merek sambel buatan Malaysia, Thailand dan juga tentunya Indonesia. Tapi sambel terasi, hmmm…. belum pernah saya temukan di Inggris. Daripada pusing browsing mencari di Inggris, saya putuskan untuk membawa sambel terasi dari Indonesia. Belilah sambel terasi yang dikemas dalam bentuk sachet dan jangan yang dikemas di botol kaca. Selain mudah dibawa, tipe sachet juga membantu kita mengatur tingkat kekalapan penggunaan sambel terasi. Hehehe… Harga sambel terasi sachetan dan upaya membawanya ke Inggris yang tidak seberapa, memberikan ganjaran kenikmatan yang luar biasa ketika menyantapnya bersama nasi hangat, ayam goreng dan beberapa potongan ketimun.

 

  1. Jamu anti masuk angin

img_8035

Produk jamu ini juga layak untuk dibawa ke Inggris. Kegunaannya malah sudah bisa dinikmati di perjalanan yang berdurasi minimal 17 jam penerbangan. Kebiasaan terburu-buru berangkat ke kampus dalam kondisi belum sarapan namun harus berhadapan dengan cuaca dingin dan angin yang cukup kencang, dapat dengan mudah ditangkal dengan produk jamu seperti ini. Saya sudah cek di Inggris memang ada produk obat yang tertulis kegunaannya untuk “wind trap”, tapi sampai saat ini saya belum coba karena stok jamu yang masih belum habis.

 

  1. Inhaler

img_8037

Untuk yang memiliki penyakit asma, jangan lupa untuk membawa inhaler. Bukannya karena di Inggris tidak tersedia inhaler, tapi karena pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Sedangkan untuk mendapatkan resep dokter, kita harus membuat janji terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya. Saya sempat merasa kesulitan sekali pada saat asma anak saya kambuh meski tidak parah namun inhaler sudah habis. Bukannya tinggal datang ke dokter? Ya, tapi baru bisa dapat resepnya beberapa hari kemudian. Pasien yang datang dengan kondisi yang tidak terlalu parah, dia hanya akan dibuatkan janji bertemu dokter beberapa hari setelahnya. Jadi sebaiknya bawa saja beberapa inhaler sebagai persedian mengingat di Indonesia barang ini dapat dibeli secara bebas.

 

  1. Coklat meses

img_8028

Bagi yang membawa anak-anak ke Inggris dan anak-anaknya terbiasa sarapan roti ditaburi coklat meses, bawalah coklat meses dari Indonesia. Saya tidak pernah menemukan toko yang menjual coklat meses di Inggris. Yang banyak tersedia untuk dimakan bersama roti adalah coklat dalam bentuk selai. Jika pemakaian coklat mesesnya lumayan intensif, sebaiknya sejak awal kedatangan anak-anak mulai dibiasakan bergantian penggunaannya dengan selai coklat. Selain meses bisa digunakan lebih lama, anak-anak pun akan mulai terbiasa dengan selai coklat.

 

  1. Parfum anak-anak

img_8031

Barang ini juga menjadi penting khusus bagi yang datang ke Inggris bersama anak-anak. Kebiasaan saya untuk menyemprotkan parfum anak-anak setelah mereka mandi harus betul-betul dipertimbangkan mengingat selama ini belum menemukan toko yang menjual parfum untuk anak-anak. Meskipun demikian, barang ini dapat digantikan menggunakan parfum dewasa yang wanginya cocok untuk dipakai oleh anak-anak.

 

 

  1. Kopi

img_8029

Nah kalau yang satu ini adalah masalah selera, oleh karenanya disimpan di nomor 10. Kopi banyak sekali tersedia di Inggris bahkan dengan berbagai tingkat kekentalan. Namun setelah hampir setahun di Inggris, saya belum pernah menemukan rasa dan kekentalan kopi yang pas. Oleh karenanya penting bagi penikmat kopi untuk membawa kopi merek favorit masing-masing. Bagi saya yang bukan peminum kopi aktif, kopi bawaan dari Indonesia dapat bertahan cukup lama di lemari dapur dan bisa dijadikan salah satu cara mempromosikan Indonesia kepada rekan-rekan dari negara lain yang bertamu.

 

Demikianlah 10 barang wajib untuk dibawa dari Indonesia ke Inggris. Untuk barang yang berbentuk makanan atau minuman agar diperhatikan juga tanggal kadaluarsa yang tercantum di kemasan. Usahakan pilih produk yang waktu kadaluarsanya masih sangat lama. 10 barang yang saya cantumkan di artikel ini adalah barang yang tidak saya temukan di Hull, Inggris dan berdasarkan pengamatan pribadi. Apabila ada yang berhasil menemukan 10 barang tersebut di Inggris, pencantuman barang tersebut di artikel ini menjadi batal adanya dan mohon dengan sangat untuk dapat memberitahu saya. Semoga bermanfaat..

Iklan

Januari 30, 2017 at 11:38 am Tinggalkan komentar

Mempersiapkan CV/Resume Internasional dan Mengetahui Perbedaannya di Beberapa Negara

sebelum melamar ke perusahaan luar negeri

Continue Reading Januari 15, 2017 at 11:58 am Tinggalkan komentar

Brexit, The UK Referendum for EU

Kamis 23 Juni 2016 besok merupakan hari bersejarah bagi UK dalam menentukan posisinya terhadap Uni Eropa. Ya, pemerintah UK akan mengadakan referendum bagi warganya untuk memilih apakah UK akan tetap bergabung dalam keanggotaan EU atau keluar.

Sebagai warga sementara UK sampai 2018 (Aamiin..) meski masa berlaku visa sampai Februari 2020 dan juga tidak memiliki hak suara, saya tetap dapat merasakan ‘kemeriahan’ referendum atau yang populer dengan istilah Brexit ini. Setiap minggunya sejak Maret lalu, minimal 1 brosur selalu saya terima di rumah yang isinya mengkampanyekan pilihan referendum.

Pemerintah berkuasa UK saat ini adalah pihak yang paling intensif berkampanye dengan pilihan tetap bergabung dengan EU (meski banyak juga anggota Partai Konservatif sebagai partai pemerintah yang memilih keluar dari EU termasuk 5 menteri di kabinet saat ini). Menariknya, referendum ini terselenggara sebagai ‘pembayaran’ janji kampanye PM David Cameron pada pemilu 2015 lalu meski dia menginginkan UK tetap bersama EU.

Materi kampanye terbesar adalah di bidang ekonomi (UUD alias Ujung-Ujungnya Duit juga 😀 ). Jika tetap bergabung, akses pasar UE ‘katanya’ terjamin dan efeknya akan terasa ke lapangan pekerjaan, investasi, biaya hidup, dll. Di sisi lain, yang ingin keluar dari EU menyoroti kontribusi £20 milyar per tahun dari UK ke EU yang cuma ‘kembali’ ke UK sebesar £9 milyar, ditambah aturan EU yang dianggap semakin merugikan UK. Semua materi kampanye tersebut disampaikan dengan menunjukkan data, pendapat tokoh/ahli, dan beragam prediksi jika masing-masing pilihan terealisasi.

Bagi pemerintahan PM David Cameron, pilihan tetap bergabung dengan EU setidaknya mengurangi pekerjaan tambahan yang harus dilakukan apabila UK keluar dari EU serta dapat meminimalisasikan risiko kegagalan pembangunan pada eranya. Bagi sektor usaha terutama UKM, kedua pilihan tersebut sepertinya tidak berdampak besar. Pasar UK sudah terbiasa dengan kondisi dinamis seperti harga energi yang naik-turun secara rutin dan konsumen yang kritis serta mudah pindah layanan karena mendapat perlindungan hak yang tinggi. Hal ini dapat terlihat dari posisi terkini beberapa polling yang menunjukkan kedua pilihan terlihat sama kuat. Opsi keluar dari EU hanya sedikit lebih besar (kurang dari 5%) daripada tetap bergabung dengan EU.

Bagi Indonesia, posisi UK di dalam atau di luar EU pun tidak akan terlalu berpengaruh signifikan, mengingat akun perdagangan RI-UK selama ini pun sudah terpisah tidak digabung dengan EU. Bagi banyak WNI, mungkin keinginan terbesarnya adalah penggabungan visa UK & EU. Tidak terpisah seperti sekarang sehingga biaya lebih rendah dan pengurusan jadi mudah (maaf sedikit curcol..hehehe).

Mari kita tunggu hasil referendum tersebut. Semoga referendum dapat memberikan lebih besar kemaslahatan mengingat eventnya sendiri harus berjuang keras mencuri perhatian publik di tengah masih berlangsungnya kemeriahan perayaan HUT ke-90 Sang Ratu dan penyelenggaraan piala Eropa 2016.

Juni 21, 2016 at 5:20 am Tinggalkan komentar

ini MEA..

6.ASEAN Economic Community_Logo

Pita peresmian MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) alias AEC (ASEAN Economic Community) sudah digunting baru saja pada 1 Januari 2016 lalu. Mau dibawa sebagai kompetisi atau co-opetition terserah pemirsa. Hehehe…

Belakangan saya cukup intens membuka Youtube untuk sekedar mendengarkan klip musik sambil bekerja, meski sebelumnya lebih sering mendengarkan radio secara streaming. Bosan mendengar siaran radio karena play list-nya yang mudah ditebak, saya pindah ke Youtube yang play list-nya seringkali membuat kaget. Salah satu contohnya adalah ketika tiba-tiba terdengar permainan gitar dengan suara vocal perempuan membawakan lagu ‘Tercipta Untukku’nya band Ungu. Karena cengkok nyanyi yang terdengar unik, saya penasaran untuk pindah membuka Youtube dari aplikasi Word yang saat itu sedang dibuka. Ternyata pemain gitar yang menyanyikan lagu Ungu tersebut adalah seorang gadis Thailand bernama Keesamus. Penasaran saya cek channel-nya dan wow… sekitar 30 lagu pop Indonesia sudah dia cover. Waktu posting klip terlama yang terlihat adalah sejak tahun 2013. Yang lebih menarik lagi adalah komentar di setiap klipnya yang didominasi nama-nama orang Indonesia. Salah satu contoh misalnya cover lagu ’Hidup Untukmu Mati Tanpamu’nya Noah yang mendapat 1058 komentar (tercatat pada 13 Januari 2016).

keesamus

Jika dihubungkan dengan pendapatan yang bisa diperoleh Youtuber dari iklan yang muncul di sela-sela klip mereka dan keuntungan yang lebih besar lagi jika channelnya di-endorse secara khusus oleh sponsor, apa yang dilakukan oleh Keesamus ini terlihat sangat SADAR MEA. Buat apa dia susah-susah mempelajari lagu Indonesia yang melafalkannya saja butuh upaya khusus bagi lidah orang Thailand. Keesamus tahu betul bahwa dari sepuluh negara yang tergabung dalam ASEAN, Indonesia dengan populasi terbesar adalah pasar terbesar. Bahkan untuk ’sekedar’ memposting video melalui Youtube sejak MEA belum diberlakukan.

Welcome to the ASEAN Economic Community…

Januari 13, 2016 at 8:43 pm Tinggalkan komentar

Best Way to Calculate Your Transportation Cost in Bandung

Hamparan-Bandung-Pagi

source: infobdg.com

 

Are you going to visit Bandung? Already have chosen some attractions to see and made a short list of accomodation to stay but still difficult in predicting your transportation cost? Here are several ways to get around in Bandung with predictable fares:

If you want to use transportation mode in the form of car, you can open https://www.uber.com/cities/bandung. Yes, Uber service is available in Bandung now. As an application-based transportation mode, you can use Uber website to calculate your trip fare. You just type your pickup and destination location in the box and click the “Quote Fare” button. If you put the right street or area name, in seconds you will see the fare range. It is stated that fares may vary due to traffic, weather and other factors. The estimate fare shown does not include discounts or promotions, if you have one. There is also a route displayed between your start and finish trip, but it could be only as example although the real route will certainly not far from it. When you arrive in Bandung, you can make your Uber service transaction only by using your mobile device. The Uber application is available on Android, WindowsOS and iOS. Do not forget to prepare your credit card as the payment method. Unfortunately you can use Uber or even some brands of taxi from the airport, since it is still monopolized by the airport taxi. You can put Bandung airport name – Husein Sastranegara – as your pickup location, but your Uber car will not come at anytime. Sorry for that..

uber website

Need a cheaper and faster one? Use Go-Jek. This service utilizes motorcycle to take its customer. You have to install the application first on your Android or iOS device. Choose Go-Ride menu as there are eight other menus provided by Go-Jek. In the next screen, type your pickup and destination location. Just right after that, there will appear the fare and the distance in kilometres. Because it uses motorcycle, only one passenger could be brought by a driver. Other passengers with the same trip, have to use another motorcycle (as well as driver, absolutely..) with their own Go-Jek account and devices. This service will provide you with helmet and jacket during the ride as part of service without any additional charges. The price shown on your application is the real price and you have to prepare your cash in IDR to pay to the driver.

IMG_1111

Beside those two services, there are also other brands such as Grab Taxi and Grab Bike. I could not explain the other brand further because I have not used their services. Now you can continue your trip planning to Bandung with a comprehensive budget plan, because you can put your transportation cost on it. Happy travelling and Welcome to Bandung. Wilujeng Sumping…

 

 

 

 

 

Desember 26, 2015 at 9:19 pm Tinggalkan komentar

Menyiasati Rendahnya Jumlah SDM dan Ketersediaan Bahan Baku Industri Kreatif Indonesia

industri-kreatif2a

Pencarian bahan untuk thesis membawa saya pada beberapa data yang menarik tentang industri kreatif di Indonesia. Disebutkan bahwa salah satu pendukung industri kreatif adalah ketersediaan sumber daya manusia kreatif. Hal ini tentulah yang utama, karena driver dari industri yang berfokus pada penciptaan kekayaan intelektual ini terletak pada manusianya. Data menunjukkan bahwa sampai tahun 2014 SDM kreatif Indonesia jumlahnya kurang dari 20% total populasi. Menurut survey yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (saat itu belum menjadi Badan Ekonomi Kreatif) nilainya baru 4,5 dalam skala 10. Di sisi lain diketahui juga bahwa 70% penduduk Indonesia berada pada golongan usia produktif. Bisakah dikatakan jika anak muda (golongan usia produktif) Indonesia kurang kreatif??

Dalam survey yang sama ditemukan pula bahwa ketersediaan bahan baku memiliki nilai 4,5 dan industri dengan nilai 5,3. Ketersediaan bahan baku bernilai rendah disebutkan karena masih banyak bergantung kepada produk impor. Sedangkan industri nilainya paling tinggi dari seluruh alat pendukung adalah karena pertumbuhannya yang cukup signifikan. Jumlah industri kreatif tumbuh 10% setiap tahun dengan nilai kontribusi terhadap devisa yang tumbuh 7,27% dibanding tahun 2013. Apa yang bisa dilakukan dengan data dari 3 alat pendukung industri kreatif tersebut?

Merujuk data tentang ketersediaan SDM kreatif, saya masih kesulitan untuk menemukan angka berdasarkan area misalnya per propinsi. Saya khawatir rendahnya jumlah SDM kreatif adalah karena anak muda yang bergerak di industri kreatif saat ini masih berada di kota-kota besar saja atau bahkan didominasi kota-kota di pulau Jawa. Jika demikian, anak-anak muda di luar Jawa harus diberi perhatian khusus dalam pengembangan industri kreatif nasional. Industri kreatif seperti apa yang harus di-encourage kepada anak-anak muda di luar Jawa?

Jika melihat data kedua (nilai ketersediaan bahan baku yang masih rendah), industri kreatif yang cocok untuk anak-anak muda di luar Jawa adalah sub sektor yang tidak membutuhkan atau tidak memiliki ketergantungan tinggi kepada bahan baku impor. Sub sektor seperti pasar seni dan barang antik, kerajinan, dan seni pertunjukan mungkin lebih cocok untuk dikembangkan. Dengan kata lain, tidak perlu setiap daerah memaksakan diri mengembangkan semua sub sektor industri kreatif.

Melihat unsur industri sebagai pendukung dengan nilai terbesar (5,3), saya sangat optimis industri kreatif Indonesia akan berkembang pesat. Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan 70%-nya merupakan usia produktif dan budaya yang sangat beragam merupakan modal besar. Syaratnya ya itu tadi, harus berorientasi nasional bukan hanya kota besar saja atau pulau Jawa saja. Atau mau menunggu pihak asing yang mengolah bahan baku industri kreatif kita seperti sektor industri yang lain?

 

 

Sumber:

http://www.varia.id/2014/12/12/dimensi-pendukung-ekonomi-kreatif-belum-siap/

http://kreatifnews.com/wp-content/uploads/2015/08/industri-kreatif2a.jpg

http://hijupblog.tumblr.com/post/49247970038/tarian-indonesia-yang-terkenal-di-dunia

http://topindonesiaholidays.com/maluku.php

 

Desember 6, 2015 at 2:17 am Tinggalkan komentar

Alhamdulillah, berkat teknologi

Tulisan ini adalah tulisan pertama yang dibuat setelah 5 hari tiba di Hull. Sambil menunggu bank buka jam 10.00 nanti, saya ingin sedikit berbagi tentang kemajuan ICT yang banyak membantu selama ini khususnya dalam proses persiapan keberangkatan sampai akhirnya tiba di UK. Beberapa kemajuan teknologi tersebut memberikan manfaat untuk hal-hal berikut:

  1. Proses pencarian universitas. Berkat adanya website, You Tube, dan Facebook group, kita tidak perlu datang langsung ke universitas yang dituju untuk melihat secara fisik. Beberapa website universitas bahkan sudah memanfaatkan mode view 360 sehingga kita seperti sedang berada di lokasi kampusnya langsung. Jika merasa cocok, pelamar tinggal mengisi form secara online dan mengunggah dokumen yang diperlukan. youtube
  2. Proses seleksi. 2 bulan setelah mendaftar online, pada pertengahan Mei 2015 saya menerima email untuk diwawancara. Kali ini kemajuan teknologi yang dipakai adalah Skype. Murah, praktis, namun tetap dapat substansinya. Meskipun sebelumnya sempat ‘keder’, 45 menit wawancara akhirnya selesai. Alhamdulillah, ujungnya adalah LoA conditional dari University of Hull pada akhir Mei 2015.
  3. Latihan conversation bahasa Inggris. Kalo mau benar-benar lancar berkomunikasi bahasa Inggris syaratnya ya harus dengan native speaker. Masalahnya adalah jika les dengan bule sebagai pengajar, harganya pasti mahal. Berkat teknologi, kini jadi ada solusi. Kita bisa mencari webinar (web seminar) berbahasa Inggris di luar negeri dengan topik yang disukai dan aktif berdiskusi di dalamnya. Memang waktunya agak nyeleneh, seminar berlangsung dini hari waktu Indonesia J
  4. Mencari rute. Kemajuan teknologi kembali membantu ketika saya harus mendatangi RS Premier Bintaro untuk tes TBC sebagai syarat visa. Meski belum pernah ke sana sama sekali, saya bisa sampai ke tujuan tanpa nyasar setelah menggunakan Google maps, membuka fitur direction dari Bandung menuju kesana, dan memilih mode street view-nya. Dengan street view, saya tahu harus keluar di mana dari jalan tolnya, ambil jalur yang mana dan belok dimana. Termasuk penampakan tempat tujuannya bisa kita ketahui. Cool..
  5. Menentukan budget transportasi. Karena harus bolak-balik ke Jakarta, perencanaan anggaran perjalanan harus tepat. Untuk menentukan anggaran biaya transportasi di dalam kota Jakarta, saya tertolong oleh aplikasi Go-jek & Uber. Karena mode direction di aplikasi keduanya memunculkan juga range tarif, kalkulasi budget jadi mudah.
  6. Mencari akomodasi. Untuk tinggal di negeri orang, akomodasi tentunya harus dipersiapkan sebaik mungkin. Street view kembali membantu saya kali ini. Setelah melihat foto-foto rumah + fasilitas dan deskripsinya di website, saya mengecek posisinya di Google Maps. Tampak muka rumah dan kondisi sekitar rumah atau rute menuju rumah dapat dengan mudah dilihat dengan mode street view.              street view
  7. Proses registrasi. Karena semua dokumen sudah discan dan dikirim ke pihak kampus sejak pendaftaran, saya hanya diminta menyebutkan nomor aplikasi dan menunjukkan ijasah asli. Udah gitu doang, Cuma 10 menit.. Ga harus antre dari satu meja ke meja lain berjam-jam..
  8. Tugas rumah tangga. Satu hal yang tidak pernah dilakukan sendiri saat di Indonesia adalah mencuci baju. Sekarang mau ga mau harus cuci sendiri dan Alhamdulillah di rumah kos ada mesin cuci. Cuma cara pakainya gimana? Video pengoperasian mesin cuci dengan merek dan tipe spesifik yang saya dapat di You Tube membuat saya bisa nyuci sendiri sekarang. Hahaha..

Mungkin apa yang saya sampaikan tersebut sudah banyak yang mengetahuinya, namun terus terang saya sangat terbantu atas keberadaannya. Semoga pahala yang mengalir ke para pembuat aplikasi tersebut menjadi keberkahan. Aamiin..

November 11, 2015 at 10:25 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Oktober 2017
S S R K J S M
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d blogger menyukai ini: